IP ADDRESS

Pengertian, Fungsi, dan Versi IP address


* PENGERTIAN



Alamat IP (Internet Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antara 32 bit sampai 128 bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap komputer host dalam jaringan Internet.

* FUNGSI

Fungsi ini diilustrasikan seperti nama orang sebagai suatu metode untuk mengenali siapa orang tersebut. Dalam jaringan komputer pun berlaku hal yang sama yaitu alamat IP Address yang unik tersebut akan digunakan untuk mengenali sebuah komputer atau device pada jaringan.

* VERSI

Terdapat dua versi dari Internet Protocol (IP) yang digunakan, yaitu: IP Versi 4 dan IP versi 6. Setiap versi mendefinisikan alamat IP yang berbeda-beda. Karena prevalensi, alamat istilah IP generik biasanya masih mengacu pada alamat yang didefinisikan oleh IPv4. Kesenjangan dalam urutan versi antara IPv4 dan IPv6 dihasilkan dari penugasan nomor 5 ke eksperimental Internet Protocol Streaming pada tahun 1979, akan tetapi tidak pernah disebut sebagai IPv5.



Pengertian IP Address kelas B

Dua bit pada IP address kelas B selalu diatur “10” dalam bilangan biner. Sehingga byte pertamanya selalu bernilai antara 128-191 dalam bilangan desimal. Net ID adalah 16 bit pertama dan 16 bit sisanya adalah host ID. Sehingga, jika ada komputer yang mempunyai IP address 191.147.26.161, maka net ID-nya = 191.147 dan host ID-nya = 26.161. IP address kelas ini mempunyai range IP dari 128.0.xxx.xxx sampai 191.155.xxx.xxx. Jika dijumlahkan, maka IP address kelas ini akan memiliki jumlah network sebanyak 65.255 dengan jumlah host tiap network yaitu sekitar 65 ribu host. Bit di dalam IP address kelas ini dapat digambarkan sebagai berikut:


n= bit network; h = bit host


Subnetting IP Address Kelas B

Di dunia networking, Anda harus paham yang namanya subnetting. Seperti yang telah kami jelaskan sebelumnya, subnetting dilakukan agar pemakaian IP address pada jaringan komputer menjadi efisien. Pada kali ini, kami akan memberikan contoh IP address kelas B beserta cara subnettingnya.

Sekarang kita akan mencoba untuk melakukan subnetting pada IP address kelas B. Hal pertama yang harus Anda ketahui adalah subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting IP address kelas B adalah seperti tabel di bawah ini.


Kami sengaja memisahkan tabel tersebut menjadi dua, karena nilai CIDR pada kedua tabel tersebut memiliki teknik subnetting yang berbeda, terutama untuk oktet yang digunakan berdasarkan blok subnetnya. Teknik subnetting untuk CIDR /17 sampai dengan /24 caranya akan sama persis dengan contoh IP address kelas C yang kami bahas sebelumnya, hanya saja blok subnetnya dimasukkan langsung ke oktet ketiga, bukan seperti Class C yang dimasukkan di oktet keempat. Sedangkan untuk CIDR /25 sampai /30, blok subnet yang akan kita gunakan yaitu di oktet keempat, tapi setelah selesai oktet ketiga akan berjalan maju dari 0, 1, 2, 3, dan seterusnya.

Ok, sekarang kami akan berikan contoh dua soal untuk mempraktekkan teknik subnetting untuk IP address kelas B. Dan ada dua cara yang akan kami berikan. Kedua soal ini menggunakan subnet mask dengan CIDR /17 sampai /24, yaitu IP address 172.16.74.56/18, serta IP address yang menggunakan subnet mask CIDR /25 sampai /30, yaitu 172.16.54.8/25.


• Cara Pertama

Analisa Soal 1 : 172.16.74.56, IP address kelas B dengan Subnet Mask /18 berarti deret bilangan binernya adalah 11111111.11111111.11000000.00000000 (255.255.192.0).

Perhitungan Soal 1 : 

     1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya bilangan biner “1” pada 2 oktet terakhir. Jadi, jumlah subnet adalah 22 = 4 subnet

     2. Jumlah Host per Subnet = 2y – 2, dimana y adalah adalah banyaknya bilangan biner “0” pada 2 oktet terakhir. Jadi jumlah host per subnet adalah 214 – 2 = 16.382 host

     3. Blok Subnet = 256 – 192 = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

     4. Alamat host dan broadcast yang valid. Mari kita buatkan dalam bentuk tabel untuk mengetahuinya.


Dari tabel di atas, dapat terlihat bahwa IP address 172.16.74.56 berada di alamat subnet 172.16.64.0, dengan range alamatnya di antara 172.16.64.1 hingga 172.16.127.254 dan memiliki alamat broadcast 172.16.127.255.

Analisa Soal 2 : 172.16.54.8, IP address kelas B dengan Subnet Mask /25, berarti deret bilangan binernya adalah 11111111.11111111.11111111.10000000 (255.255.255.128).

Perhitungan Soal 2 : 

     1. Jumlah Subnet = 2^9 = 512 subnet

     2. Jumlah Host per Subnet = 2^7 – 2 = 126 host

     3. Blok Subnet = 256 – 128 = 128. Jadi lengkapnya adalah (0, 128)

     4. Alamat host dan broadcast yang valid? Mari kita lihat tabel di bawah ini.


Dari tabel di atas, dapat terlihat bahwa 172.16.54.8 berada di alamat subnet 172.16.54.0, dengan range alamatnya di antara 172.16.54.1 hingga 172.16.54.126 dan memiliki alamat broadcast 172.16.54.127.


• Cara Kedua

Cara kedua yang akan kami tunjukkan masih menggunakan contoh IP address pada cara pertama, namun menggunakan cara yang sedikit berbeda. Kami akan ambil contoh pertama. Karena IP address pada contoh tersebut adalah IP address kelas B, maka hostnya yang nanti jadi acuan buat perhitungan adalah 8, jadi cara menghitungnya adalah /18 + 8, sehingga 18 + 8 = /26 (angka 8 ini didapatkan dari oktet ke 4 yang berjumlah 8).


Dengan menggunakan tabel di atas, kita bisa mengetahui bahwa /26 total IP address-nya adalah 64 yaitu berada di antara 172.16.0.0 – 172.16.63.255. Karena di contoh tersebut IP address-nya adalah 172.16.74.56, maka IP address tersebut tidak termasuk dalam range IP address tersebut. Untuk mengetahui ip address 172.16.74.56 termasuk dalam range IP address yang mana, coba Anda urutkan saja oktet ketiganya, yaitu (0-63)(64-127). Nah, ketemu deh 64 + 63 = 127 dan ketemu 74 berada di range (64-127). Metode mengurutkan ini juga bisa digunakan untuk mencari range sebuah IP address di dalam alamat network.

Tetapi, jika kita hendak mencari tahu subnetting dari IP host 10.20.200.30/20, masa iya Anda mau ngurutin sampai ketemu range 200? Gak capek gitu boss? wkwkwk. Biar gak capek, lebih baik Anda membagi 200 dengan total IP address-nya yaitu 16 (/20 + 8 = /26) dan hasilnya dikali 16 juga. Sehingga bisa dituliskan seperti berikut:

200 : 16 = 12,5, hasilnya digenapkan jadi 12. Lalu 12 x 16 = 192. Kemudian 192+15 = 207 (192-207) sehingga host 200 terdapat di range ip (192-207).

Total IP Address: 16384
Alamat Network: 172.16.64.0
IP Address Awal: 172.16.64.1
IP Address Akhir: 172.16.127.254
Alamat Broadcast: 172.16.127.255
Subnet mask: 256-64 = 192, menjadi 255.255.192.0

Sekian artikel kami kali ini seputar contoh IP address kelas B beserta cara subnettingnya. Semoga Anda bisa memahami subnetting kelas B ini untuk memperkaya wawasan seputar networking.



Pengertian IP Address kelas C

IP address kelas C biasanya digunakan untuk jaringan komputer berukuran kecil seperti halnya LAN (Local Area Network), dimana perangkat keras jaringan komputer yang digunakan tidak terlalu banyak dan hanya digunakan pada satu area saja. Tiga bit pertama pada IP address kelas C selalu diatur “111” dalam bilangan biner. Network ID-nya terdiri dari 24 bit dan host ID-nya terdiri dari 8 bit. Sehingga, kelas ini dapat membentuk sekitar 2 juta network dengan masing-masing network mampu menampung 256 host. Bit di dalam IP address kelas ini dapat digambarkan sebagai berikut:


n = bit network ID; h = bit host ID


Subnetting IP Address Kelas C

Di dunia networking, salah satu hal yang wajib dikuasai adalah menghitung subnetting. Subnetting dilakukan untuk mengefisienkan pemakaian IP address di dalam jaringan komputer. Untuk melakukan subnetting, Anda harus memperhatikan berapa informasi penting, seperti subnet mask dan kelas IP addressnya. Pada kali ini, kami akan memberikan contoh IP address kelas C beserta cara subnettingnya.  Ok, sekarang kami berikan contoh sebuah IP address dengan network address 192.168.1.0/26. Gimana cara melakukan subnettingnya? Ada dua cara yang bisa Anda lakukan, berikut ini kedua cara tersebut:

• Cara Pertama

Analisa : IP address yang diberikan adalah 192.168.1.90, yang berarti IP address tersebut adalah IP address kelas C. Subnet Mask yang diberikan adalah /26, yang jika dikonversikan ke dalam bilangan biner berarti memiliki deret bilangan 11111111.11111111.11111111.11000000 (255.255.255.192).

Kok bisa dapet subnet masknya berakhiran 192? Jadi, subnet mask yang bisa digunakan untuk subnetting class C adalah seperti ditunjukkan pada tabel di bawah ini. /26 menunjukkan nilai CIDR (Classless Inter-Domain Routing) dari subnet mask yang digunakan.


Perhitungan : Semua jawaban tentang subnetting akan berpusat di 4 hal, yaitu jumlah subnet, jumlah host per subnet, blok subnet, alamat host dan broadcast yang valid. Jadi mari kita selesaikan dengan urutan tersebut:

     1. Jumlah Subnet = 2x, dimana x adalah banyaknya angka biner “1” pada oktet terakhir subnet mask (2 oktet terakhir untuk kelas B, dan 3 oktet terakhir untuk kelas A). Jadi, jumlah subnet adalah 22 = 4 subnet

      2. Jumlah Host per Subnet 2y – 2, dimana y adalah adalah kebalikan dari x yaitu banyaknya bilangan biner “0” pada oktet terakhir subnet. Jadi, jumlah host per subnet adalah 26 – 2 = 62 host

     3. Blok Subnet 256 – 192 (nilai desimal oktet terakhir pada subnet mask) = 64. Subnet berikutnya adalah 64 + 64 = 128, dan 128+64=192. Jadi subnet lengkapnya adalah 0, 64, 128, 192.

    4. Alamat host dan broadcast yang validMari kita buat tabelnya. Sebagai catatan, host pertama yang bisa digunakan adalah 1 angka setelah subnet, dan broadcast adalah 1 angka sebelum subnet berikutnya.


Dari tabel di atas, dapat terlihat bahwa 192.168.1.90 berada di alamat subnet 192.168.1.64, dengan range alamatnya antara 192.168.1.65 hingga 192.168.1.126 dan memiliki alamat broadcast 192.168.1.127.


• Cara Kedua

Cara kedua yang akan kami tunjukkan masih menggunakan contoh IP address pada cara pertama, namun menggunakan cara yang sedikit berbeda. Hal pertama yang harus Anda ingat adalah CIDR /24 memiliki total IP address sebanyak 256, CIDR /28 memiliki total IP address sebanyak 16, dan CIDR /30 memiliki total IP address sebanyak 4.


Loh, kenapa yang harus diingat hanya 3 prefix ? Sebenarnya hal tersebut untuk memudahkan saja. Lebih baik lagi jika Anda dapat mengingat semuanya. Misalnya ada kasus prefix dari IP address adalah /27, ada berapa total IP address-nya? Karena sebelumnya Anda sudah hafal bahwa /28 total IP address-nya ada 16, Anda tinggal menambahkan 16+16 =32. Jadi, prefix /27 itu total IP address-nya ada 32. Lalu jika ada kasus lagi dengan prefix /25 total IP address-nya ada berapa? Anda tinggal membagi 2 aja karena Anda sudah tahu bahwa prefix /24 itu total IP address-nya ada 256. Jadi prefix /25 memiliki total IP address sebanyak 128.

Sekarang kembali lagi ke contoh pada cara pertama. Mari kita tentukan alamat subnet, total IP address, alamat Network, dan Broadcast dengan cara barusan.

Prefix /26 mempunyai jumlah total IP address sebanyak 64, yaitu mulai dari IP address 192.168.1.0 – 192.168.1.63.  Karena di contoh tersebut IP address dari host adalah 192.168.1.90, sehingga tidak termasuk dalam range IP address tersebut. Untuk mengetahui alamat host 90 berada di dalam range IP address yang mana, caranya adalah 90 dibagi dengan total IP address-nya yaitu 64 dan hasilnya dikalikan 64 juga sehingga dapat dituliskan sebagai berikut:

90 / 64 = 1,40625. Karena hasilnya koma, kita genapkan saja menjadi 1, jadi 1 x 64 = 64. Lalu, 64 + 63 = 127. Sehingga, host 192.168.1.90 termasuk dalam range ip 192.168.164 sampai 192.168.1.127.

Jika dituliskan kembali hasilnya, maka akan seperti berikut:

Total IP address = 64
Alamat Subnet = 192.168.1.64
IP address host pertama =   192.168.1.65
IP address host terakhir = 192.168.1.126
Alamat Broadcast = 192.168.1.127
Subnet Mask-nya = 255.255.255.192 (didapatkan dari 256-64 = 192)

Gimana, lebih mudah cara yang mana? Itu kembali lagi kepada Anda. Sekian artikel kami kali ini seputar contoh IP address kelas C beserta cara subnettingnya. Semoga artikel kami ini dapat menambah pengetahuan Anda seputa networking.

Comments